Monday, 15 September 2014

NASA Menemukan 715 Planet Baru di Luar Tata Surya

sumber: http://erabaru.net/

planet-baruPada 26 Februari lalu, ilmuwan NASA mengumumkan sebuah temuan astronomi yang menakjubkan, Kepler Space Telescope berhasil mengamati 715 planet baru di luar tata surya, sehingga jumlah planet yang sudah diketahui itu hampir meningkat satu kali lipat.
Hal itu merupakan temuan jumlah planet terbanyak yang diumumkan sekaligus. Sejauh ini, jumlah total exoplanet yang telah dipastikan itu hampir mendekati 1700 planet.
Jack Lissauer, ilmuwan planet di Ames Research Center Lissauer, NASA, dalam konferensi persnya, mengatakan menemukan "exoplanets dala arti sebenarnya".
Semua planet baru itu ditemukan dengan data pengamatan Kepler space telescope. Empat planet di antaranya terletak di area yang cocok untuk hunian, diameter keempat planet itu sekitar 2 kali lipat dari bumi.
Sejauh ini, ukuran diameter sebagian besar exoplanet yang ditemukan itu lebih mirip dengan Jupiter yang berdiameter 87,000 mil, tidak seperti bumi yang berdiameter 8,000.
Sebagian besar planet di luar tata surya yang baru ditemukan itu sangat kecil, tidak hanya sebatas pada planet yang layak huni. Urutan mereka (exoplanet) sangat mirip dengan tata surya. Sejumlah planet berputar mengelilingi bintang tetap di rute yang melingkar datar.
"Lihatlah temuan Kepler, persis seperti versi yang diperkecil berdasarkan skala tata surya kita," kata Jack Lissauer.
Teleskop Kepler diluncurkan pada Maret 2009, yang didedikasikan untuk pencarian planet sejenis bumi yang mengitari bintang lainnya. Di atas orbit yang mengelilingi matahari, mengamati 100.000 luminositas bintang tetap, mendeteksi planet dengan metode transit, yaitu mencari bintang yang redup secara periodik, karena perlintasan planet dapat menghalangi kecerahan bintang. Sistem bintang ganda yang dikelilingi satu sama lain itu juga dapat menyebabkan kegelapan berkala, sehingga teleskop Kepler tertipu.
Untuk dapat menemukan planet baru dalam jumlah besar harus menggunakan suatu teknologi baru. Umumnya diperlukan sejumlah pengamatan dengan teleskop terbesar di dunia untuk memastikan kemungkinan planet. Namun, teknik statistik yang baru bisa lebih cepat dan efektif memverifikasi planet, bisa memastikan exoplanet dalam 'jumlah besar'. Metode penelitian baru akan dipublikasikan dalam Astrophysical Journal. (joni/rahab)

No comments: